Bertahun-tahun Krisis Air Bersih, Warga Pulau Tonduk Sumenep Beli Air Tiap Hari

Warga Pulau Tonduk, Sumenep, menghadapi krisis air bersih menahun karena tidak ada sumber air tawar layak konsumsi, memaksa mereka membeli air setiap hari dan berharap solusi permanen dari Pemerintah Kabupaten Sumenep.
SUMENEP — Krisis air bersih menahun masih membelenggu warga di Pulau Tonduk, Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Ketiadaan sumber air tawar yang layak konsumsi memaksa warga setempat mengeluarkan biaya ekstra setiap hari demi membeli air bersih untuk kebutuhan minum dan memasak.
Air sumur gali milik warga di kawasan pulau tersebut memiliki tingkat salinitas tinggi sehingga terasa payau dan tidak aman untuk dikonsumsi langsung. Warga pun bergantung penuh pada pasokan air tawar yang diangkut menggunakan perahu kayu dari pulau sekitar maupun daratan utama, lalu dijual eceran per jeriken atau drum penampung.
Kondisi ini menambah beban ekonomi masyarakat kepulauan yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai nelayan tradisional. Ketika cuaca buruk melanda dan gelombang laut tinggi, perahu pengangkut air kerap terhalang berlayar, memicu kelangkaan pasokan serta kenaikan harga air bersih di tingkat warga.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Sumenep segera menghadirkan infrastruktur air bersih permanen, seperti instalasi desalinasi air laut (Sea Water Reverse Osmosis) yang andal atau armada distribusi resmi, agar ketergantungan membeli air jeriken bertahun-tahun ini dapat teratasi.

