Pengembangan robot humanoid memasuki babak baru seiring dimulainya uji coba operasional di sektor manufaktur dan rantai produksi komersial. Jika sebelumnya robot berbentuk manusia lebih sering dipamerkan untuk atraksi demonstrasi seperti menari, berlari, atau seni bela diri, kini sejumlah pabrikan mulai menguji keandalan perangkat tersebut di fasilitas kerja aktif.
Laporan International Data Corporation (IDC) menempatkan tahun 2026 sebagai titik balik perpindahan industri robotika dari fase pembuktian konsep ke tahap komersialisasi nyata. Research Manager IDC China, Lily Li, mencatat bahwa tolak ukur keberhasilan teknologi saat ini bukan lagi kebolehan demonstrasi, melainkan keandalan rekayasa teknologi dan penerapan operasional langsung di lapangan.
Uji Operasional Langsung di Pabrik Perakitan
Pergeseran menuju lingkungan kerja riil salah satunya ditunjukkan oleh perusahaan robotika Agibot. Pada 23 hingga 28 Juni 2026, Agibot menguji robot humanoid seri G2 di fasilitas manufaktur milik Longcheer Technology yang berlokasi di Nanchang, China. Pengujian ini disiarkan secara terbuka selama enam hari berturut-turut di lini produksi aktif.
Dalam uji operasional tersebut, robot G2 tercatat menyelesaikan 64.828 tugas, beroperasi di lebih dari empat alur kerja produksi, dan berkontribusi terhadap perakitan 17.625 unit perangkat tablet. Presiden Embodied AI Business Unit Agibot, Yao Maoqing, menegaskan bahwa tantangan utama sektor robotika saat ini terletak pada integrasi sistem.
"Pertanyaan utama bagi industri robotika humanoid saat ini bukan lagi seberapa hebat kemampuan yang bisa didemonstrasikan oleh sebuah robot, melainkan apakah robot tersebut dapat diterapkan, diintegrasikan, dan memberikan nilai tambah di lingkungan operasional yang nyata?" ujar Yao Maoqing.
Dominasi Rantai Pasok dan Dinamika Pasar
Perkembangan robotika fisik ini juga didorong oleh penguatan rantai pasok industri. Startup seperti Unitree Robotics, yang didirikan oleh Wang Xingxing di Hangzhou pada 2016, mencatatkan keberhasilan finansial besar saat melantai di bursa saham. Dalam debut perdananya di STAR Market Bursa Efek Shanghai pada Rabu, 19 Agustus 2026, saham Unitree sempat melonjak lebih dari 600 persen setelah menggalang dana sekitar 6,1 miliar yuan (904 juta dolar AS).
Chairman Spring Mountain Pu Jiang Investment Management, William Xin, menilai pencatatan saham tersebut memperkuat posisi Unitree di tengah persaingan pasar. Perseroan yang bersaing dengan Tesla dan Boston Dynamics milik Hyundai Motor Group itu kini mampu menekan ongkos produksi, bahkan menjual unit robot di bawah harga 5.000 dolar AS per unit.
Keunggulan biaya tersebut ditopang oleh kemandirian pasokan komponen di China, mulai dari sensor hingga sambungan mekanis yang sebelumnya diimpor dari Jepang. Kepala Riset Otomotif dan Industri Greater China di BofA Global Research, Ming Hsun Lee, menyatakan bahwa saat ini hampir mustahil merakit robot humanoid tanpa mengandalkan komponen dari produsen China. Kondisi ini tampak pada gelaran Humanoids Summit di Tokyo, di mana perusahaan Jepang mulai memfokuskan diri pada perangkat lunak dengan menggunakan perangkat keras produksi China.
Hambatan Menuju Komersialisasi Penuh
Kendati investasi dan kapasitas manufaktur melesat, tantangan menuju otomatisasi kerja skala besar belum sepenuhnya teratasi. Pengamat industri mencatat bahwa transaksi penjualan robot humanoid sejauh ini sebagian besar masih bersifat insidental dan terbatas untuk tujuan riset, edukasi, maupun demonstrasi promosi.
Di tingkat regional, pergeseran kecerdasan buatan ke ranah fisik—atau kerap diistilahkan sebagai fase AI 3.0—juga menjadi fokus pelaku teknologi. Mitra pengelola senior Granite Asia, Jenny Lee, menuturkan bahwa fokus industri mulai beranjak dari sekadar pembuatan model digital menuju integrasi perangkat lunak cerdas ke dalam mesin fisik guna menyelesaikan persoalan operasional spesifik. Kemampuan robot humanoid untuk bertahan secara konsisten di lingkungan kerja yang dinamis kini menjadi ujian utama bagi kelangsungan industri otomasi masa depan.
Sumber Referensi:
- https://www.kompas.id/artikel/penetrasi-industri-robot-humanoid-china
- https://www.idnfinancials.com/id/news/64766/china-kuasai-rantai-pasok-robot-humanoid-jepang-kian-tertinggal
- https://www.vietnam.vn/id/ai-chau-a-buoc-vao-the-gioi-thuc-bai-toan-cho-cong-nghe-viet-nam
- https://media.alkhairaat.id/robot-humanoid-2026-gimmick-atau-revolusi-industri/
Sumber foto utama: Kompas.id