JAKARTA — Lanskap komputasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) mulai beralih dari ketergantungan pada server komputasi awan (cloud) menuju pemrosesan data mandiri langsung di dalam perangkat (on-device). Pergeseran paradigma komputasi lokal ini ditandai dengan kesiapan arsitektur prosesor personal computer (PC) generasi terbaru yang mampu mengeksekusi model AI berskala puluhan miliar parameter secara mandiri.
Kesiapan pemrosesan data lokal tersebut dipaparkan Qualcomm dalam rangkaian Snapdragon Summit 2026 yang berlangsung di Maui, Hawaii pada akhir September 2026, dan dilanjutkan pada ajang Snapdragon Partner and Media Event Indonesia di Jakarta, Kamis (1/10/2026). Melalui lini prosesor PC Snapdragon X Series, Qualcomm merancang varian X2 Elite untuk menopang era komputasi agen mandiri atau Agentic AI.
Kapasitas Pemrosesan 30 Miliar Parameter di Perangkat
Prosesor Snapdragon X2 Elite dibekali unit pemrosesan saraf (NPU) dengan kemampuan kalkulasi mencapai 85 TOPS (trillion operations per second) dan memory bandwidth hingga 228 GHz. Arsitektur ini disiapkan untuk mendukung lebih dari 450 model AI serta menjalankan model AI lokal dengan kapasitas lebih dari 30 miliar parameter langsung di dalam perangkat PC tanpa perlu mengirim data komputasi ke jaringan luar.
Langkah pemrosesan data secara lokal memberikan keuntungan pada efisiensi latensi serta penjagaan privasi data pengguna, karena lalu lintas komputasi diproses secara internal oleh perangkat keras. Ekosistem perangkat lunak untuk arsitektur ini juga menunjukkan peningkatan sejak pertama kali diluncurkan pada 2024. Hingga Oktober 2026, tercatat lebih dari 7.300 aplikasi telah berjalan di platform Snapdragon X Series, dengan lebih dari 1.950 di antaranya merupakan aplikasi native, serta kompatibilitas pada lebih dari 3.000 judul permainan dan sistem anti-cheat.
Ekspansi NPU Generasi Baru ke Ponsel Pintar
Selain fokus pada komputasi PC dan laptop cerdas, teknologi pemrosesan kecerdasan buatan di tingkat lokal turut diimplementasikan pada cip ponsel pintar unggulan Snapdragon 8 Elite Gen 6 dan Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6. Komponen Sensing Hub pada cip tersebut mengusung konfigurasi Dual NPU yang mendukung pemrosesan hingga 200 juta parameter guna menjalankan fitur personalisasi seperti Personal Scribe.
Peningkatan juga dihadirkan pada Hexagon NPU di varian Extreme yang memiliki kapasitas memori 50 persen lebih besar, kecepatan 35 persen lebih tinggi, serta efisiensi daya per watt yang naik 33 persen dibandingkan generasi pendahulunya. Kemampuan perangkat keras ini didukung CPU Oryon berkecepatan hingga 5,0 GHz dan GPU Adreno berkecepatan 1,45 GHz.
Penerapan chip berkemampuan AI on-device tersebut mulai diintegrasikan ke sejumlah lini perangkat komersial baru, termasuk Xiaomi 18 Pro Max yang meluncur pada akhir September 2026 dengan dukungan konektivitas modem Snapdragon X105 5G serta standar jaringan Wi-Fi 8.
Sumber Referensi:
https://www.qualcomm.com/news/onq/2026/09/snapdragon-summit-agentic-ai-pcs-linux
https://www.viva.co.id/gaya-hidup/digilife/1931878-7-teknologi-menarik-yang-muncul-di-snapdragon-summit-2026-bukan-cuma-soal-chip-hp
https://www.jagatreview.com/2026/10/perkembangan-snapdragon-di-2026/
https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/122759/deretan-hp-yang-bakal-pakai-snapdragon-8-elite-extreme-gen-6/2
https://www.antaranews.com/berita/5631316/qualcomm-konfirmasi-tanggal-snapdragon-summit-2026
Sumber foto utama: Jagat Review