JAKARTA — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menginstruksikan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk mempercepat agenda transformasi menyeluruh di tubuh PT PLN (Persero). Langkah tegas ini diambil menyusul insiden gangguan pasokan dan pemadaman listrik yang terjadi di Batam, Kepulauan Riau, sekaligus menjadi momentum strategis bagi pemerintah untuk mempercepat pencapaian target transisi energi nasional melalui pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas hingga 100 Gigawatt (GW).
Insiden padamnya aliran listrik di Batam menjadi perhatian serius pemerintah pusat mengingat posisi wilayah tersebut sebagai kawasan ekonomi khusus dan sentra manufaktur strategis. Disrupsi pasokan listrik di kawasan industri dinilai berdampak langsung pada kepastian berusaha serta kepercayaan investor. Peristiwa ini pun memicu audit dan evaluasi komprehensif terhadap keandalan jaringan, tata kelola aset, serta prosedur pemeliharaan preventif pada unit-unit anak usaha PLN agar gangguan serupa tidak terulang di wilayah ekonomi vital lainnya.
Melalui kewenangannya dalam mengonsolidasikan aset strategis negara, BP Danantara ditugaskan memimpin restrukturisasi operasional dan penguatan efisiensi PLN secara mendasar. Fokus utama pembenahan mencakup penekanan susut jaringan (losses), optimalisasi alokasi belanja modal (capex) untuk penguatan infrastruktur transmisi dan distribusi, serta harmonisasi koordinasi manajemen antara entitas induk holding PLN dengan operasional anak perusahaan di daerah.
Sejalan dengan penguatan keandalan sistem pasokan, transformasi PLN juga diarahkan untuk mengejar target ambisius transisi energi hijau menuju swasembada energi. Pemerintah mendorong pemanfaatan tenaga surya hingga skala 100 GW yang diimplementasikan secara fleksibel melalui berbagai model instalasi, mulai dari PLTS skala utilitas (utility-scale), PLTS terapung di atas permukaan waduk dan danau, hingga PLTS atap (rooftop) pada bangunan industri, fasilitas publik, dan permukiman.
Guna menopang masuknya pasokan energi surya dalam skala besar tanpa mengorbankan stabilitas tegangan listrik nasional, modernisasi sistem kelistrikan menjadi prioritas mendesak. PLN bersama Danantara diarahkan untuk mempercepat pembangunan jaringan transmisi cerdas (smart grid) dan interkoneksi antarpulau (super grid), didukung skema pendanaan serta kemitraan investasi global guna memastikan pasokan energi yang tangguh, efisien, dan rendah emisi.
https://rri.co.id/ekonomi/bisnis/2812524/usai-listrik-padam-di-batam-presiden-minta-danantara-percepat-transformasi-pln
https://www.inews.id/news/nasional/prabowo-minta-transformasi-pln-dikebut-dorong-penggunaan-panel-surya-100-gw