Kasus Gangguan Kesehatan Akibat Kabut Asap di Pekanbaru Tembus 11.707 Jiwa, Mayoritas ISPA

Dinkes Kota Pekanbaru mencatat 11.707 kasus gangguan kesehatan akibat kabut asap karhutla sejak akhir Agustus 2026, didominasi oleh infeksi saluran pernapasan akut.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, mencatat sebanyak 11.707 kasus gangguan kesehatan dialami warga akibat paparan kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kiriman hingga pertengahan Oktober 2026. Dari total angka tersebut, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi penyakit yang paling banyak diderita masyarakat.
Kepala Dinkes Kota Pekanbaru, Hazli Fendriyanto, menjelaskan bahwa data tersebut merupakan akumulasi laporan yang dihimpun sejak 25 Agustus 2026, yakni tepat setelah penetapan status siaga darurat kebakaran lahan di Pekanbaru. Rekapitulasi medis ini bersumber dari fasilitas pelayanan kesehatan di seluruh wilayah kota, mencakup 21 puskesmas dan 30 rumah sakit.
Berdasarkan rincian data kesehatan yang dihimpun, penderita ISPA mendominasi secara signifikan dengan jumlah mencapai 9.816 kasus. Selain ISPA, faskes juga menangani 892 kasus asma, 498 kasus iritasi kulit, serta 328 kasus iritasi mata atau konjungtivitis yang dipicu oleh pekatnya partikel polutan di udara.
Guna menekan lonjakan dampak kesehatan, Dinkes Pekanbaru terus menggencarkan promosi pencegahan melalui 21 puskesmas. Petugas kesehatan mengimbau warga untuk membatasi aktivitas di luar ruangan, selalu mengenakan masker saat bepergian, serta menutup pintu, jendela, dan ventilasi rumah guna mencegah masuknya partikel asap ke dalam tempat tinggal.
Dari sisi penanganan langsung, pembagian masker gratis terus dilakukan melalui puskesmas setempat dengan stok yang dipastikan masih mencukupi. Pemerintah Kota Pekanbaru juga menggandeng korporasi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk menambah ketersediaan dan pendistribusian masker bagi masyarakat.
Hazli menegaskan bahwa seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Pekanbaru tetap disiagakan dengan ketersediaan obat-obatan, tabung oksigen, serta peralatan penanganan ISPA. Kendati demikian, paparan polusi asap yang berkepanjangan tetap memberikan tekanan terhadap kondisi kesehatan masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
Memburuknya kualitas udara ini turut berimbas pada kegiatan belajar mengajar. Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru kembali menerapkan kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) daring pada Rabu (14/10/2026) dan Kamis (15/10/2026) bagi jenjang PAUD/TK, SD, hingga SMP sederajat lewat Surat Edaran Nomor 400.3/Disdik.Sekretaris.1/3358/2026.
Pelaksana Tugas Kepala Disdik Pekanbaru, Abdul Jamal, menyampaikan bahwa penyesuaian pembelajaran ke sistem daring dilakukan demi memprioritaskan keselamatan dan kesehatan peserta didik, setelah sebelumnya sekolah tatap muka sempat dibuka secara singkat.
Sumber Referensi:
- https://riau.antaranews.com/berita/455213/dinkes-pekanbaru-catat-11707-kasus-gangguan-kesehatan-akibat-kabut-asap-hingga-pertengahan-oktober
- https://mediaindonesia.com/nusantara/944149/11707-warga-pekanbaru-terdampak-kabut-asap-karhutla-mayoritas-ispa
- https://www.radarcirebon.tv/2026/10/14/kasus-ispa-di-pekanbaru-melonjak-akibat-kabut-asap-karhutla-dinkes-catat-11-707-warga-terjangkit/
- https://regional.kompas.com/read/2026/10/14/141836078/pekanbaru-catat-11707-gangguan-kesehatan-akibat-kabut-asap-didominasi-ispa
- https://harian.disway.id/amp/973458/11707-warga-pekanbaru-terdampak-kabut-asap-karhutla-9816-kasus-ispa
Sumber foto utama: Antara Riau

