Istana Sibuk di Awal Oktober: Prabowo Lakukan Reshuffle Besar-besaran dan Lantik 26 Anggota Wantimpres

Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan Kabinet Merah Putih dengan melantik 16 pejabat baru dan melantik 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden pada awal Oktober 2026.
Pada awal Oktober 2026, Istana Kepresidenan langsung disibukkan dengan dua agenda besar dari Presiden Prabowo Subianto, yakni perombakan (reshuffle) Kabinet Merah Putih dan pelantikan Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).
1. Reshuffle Kabinet Merah Putih (1 Oktober 2026) Presiden Prabowo melakukan reshuffle besar-besaran dengan melantik 16 pejabat baru, yang terdiri dari menteri, wakil menteri, dan kepala lembaga. Beberapa perubahan posisi penting di antaranya:
Dudung Abdurachman ditunjuk menjadi Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menkopolkam).
Bahlil Lahadalia kini menjabat sebagai Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi, merangkap Menteri ESDM.
Sugiono digeser menjadi Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), menggantikan Pratikno.
Arrmanatha Nasir mengisi kursi Menteri Luar Negeri (Menlu) yang ditinggalkan Sugiono.
Jenderal Listyo Sigit Prabowo diangkat menjadi Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), menggantikan Dudung Abdurachman.
Komjen Dedi Prasetyo (sebelumnya Wakapolri) dilantik menjadi Kepala Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN).
Muhammad Sarmuji (Sekjen Golkar) diangkat menjadi Menteri Perindustrian.
Drajad Wibowo ditunjuk sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
2. Pelantikan 26 Anggota Wantimpres (2 Oktober 2026) Keesokan harinya, Presiden Prabowo resmi melantik 26 orang untuk mengisi posisi ketua, wakil ketua, sekretaris, dan anggota Wantimpres di Istana Negara. Beberapa nama besar yang mengisi posisi tersebut adalah:
Ketua: Pratikno
Wakil Ketua: Hatta Rajasa
Sekretaris: Muhammad Qodari
Anggota Lainnya: Sejumlah tokoh ternama turut dilantik, termasuk Shinta Nuriyah Wahid, M. Quraish Shihab, Agum Gumelar, Chairul Tanjung, Said Aqil Siradj, Yahya Cholil Staquf, Budi Gunawan, Bambang Soesatyo, hingga Rocky Gerung dan Ignasius Jonan.
3. Kritik terkait Jumlah Anggota Wantimpres Keputusan mengangkat 26 orang anggota Wantimpres mendapat kritik dari mantan anggota Wantimpres periode sebelumnya, Sidarto Danusubroto. Sidarto menilai jumlah personel dan kabinet saat ini terlalu gemuk sehingga akan membebani anggaran negara, terutama di tengah situasi ekonomi yang sedang sulit. Selain itu, ia juga menyoroti penunjukan beberapa nama muda yang dianggapnya masih minim pengalaman untuk memberikan nasihat strategis kepada Presiden. Meski begitu, ia berharap seluruh pihak yang dilantik bisa bekerja maksimal untuk negara.

