IKN, Sangwarta.com — Delegasi Universitas Diponegoro (UNDIP) melalui tim Jentayu dari UNDIP Robotic Development Center (URDC) berhasil menorehkan prestasi pada ajang Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) Tingkat Nasional 2026. Dalam kompetisi yang berlangsung di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), UNDIP membawa pulang dua gelar, yakni Juara I divisi Vertical Take-Off and Landing (VTOL) dan Juara Harapan I divisi Long Endurance Low Altitude (LELA).
Kedua capaian tersebut diraih melalui karakteristik misi wahana nirawak yang berbeda. Tim Jentayu Copter mencatatkan keunggulan dalam kecepatan dan presisi untuk misi jarak dekat perkotaan, sedangkan Jentayu LELA mengandalkan daya tahan terbang serta jangkauan pada misi jarak jauh. Kedua inovasi ini diarahkan untuk mendukung kebutuhan layanan logistik medis berbasis wahana udara nirawak pada konsep kota cerdas.
KRTI 2026 berlangsung pada 21–25 September 2026 di kawasan IKN, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, dengan Institut Teknologi Kalimantan (ITK) bertindak sebagai tuan rumah. Kompetisi yang diadakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ini mengangkat tema “From Sky to Smart Capital: UAV Innovation for Indonesia’s Future City”. Sebanyak 94 tim finalis dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia bersaing dalam lima divisi lomba, meliputi Fixed Wing (FW), Long Endurance Low Altitude (LELA), Racing Plane (RP), Technology Development (TD), dan Vertical Take-Off and Landing (VTOL).
Pada divisi VTOL dengan tema “Smart City – Emergency Service: The Guardian of IKN”, setiap wahana diuji menyelesaikan serangkaian misi layanan darurat di Lapangan Plaza Seremoni IKN. Misi tersebut mencakup melintasi rintangan gerbang dan lorong, mendistribusikan First Aid Kit ke titik sasaran, bernavigasi mengikuti jalur visual, hingga mendarat tepat pada landing pad.
Tim Jentayu Copter yang dipimpin oleh Muhammad Naufal Sya’bana Wijaya menerapkan konsep pengiriman udara yang responsif, presisi, dan akurat. Tim memanfaatkan teknologi Real Time Kinematic (RTK) untuk mencapai tingkat akurasi posisi hingga skala sentimeter. Selain itu, Jentayu Copter menyelesaikan seluruh tahapan misi secara otonom penuh (full autonomous) dari awal penerbangan hingga pendaratan guna menjaga konsistensi dan akurasi pergerakan wahana di lintasan.
Sumber Referensi:
- Universitas Diponegoro - UNDIP Raih Juara I VTOL dan Juara Harapan I LELA pada Kontes Robot Terbang Indonesia 2026 di IKN - Universitas Diponegoro
Sumber foto utama: Universitas Diponegoro