Pramono Apresiasi Aksi Greenpeace di Bundaran HI, Minta Demonstrasi Tetap Tertib

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengapresiasi aksi Greenpeace di Bundaran HI sebagai hak berdemokrasi, namun mengingatkan peserta unjuk rasa agar menjaga ketertiban umum.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengapresiasi aksi penyampaian pendapat yang dilakukan aktivis Greenpeace Indonesia di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026). Meski menghormati kebebasan berekspresi, Pramono mengingatkan para peserta demonstrasi untuk senantiasa mematuhi aturan dan menjaga ketertiban umum.
Pramono menyatakan bahwa Indonesia merupakan negara demokrasi yang menjamin hak warga negara untuk menyuarakan pandangan di ruang publik. Oleh sebab itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menghargai aksi kritik yang ditujukan kepada penanganan isu lingkungan tersebut.
"Jakarta ini atau Indonesia ini adalah negara demokrasi. Yang seperti itu tentunya kita memberikan penghormatan dan apresiasi. Tetapi yang paling penting jangan kemudian mengganggu ketertiban umum," kata Pramono saat ditemui di Jakarta Pusat.
Aksi protes yang dilakukan Greenpeace Indonesia berlangsung dengan membentangkan dua spanduk raksasa dari atas Monumen Patung Selamat Datang. Unjuk rasa tersebut digelar bertepatan dengan momentum dua tahun masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Spanduk pertama dibentangkan menghadap ke utara ke arah Istana Kepresidenan dengan tulisan "Tangani Krisis Iklim, Turunkan Biaya Hidup". Sementara itu, spanduk kedua menghadap ke arah selatan Bundaran HI dengan pesan "Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah, Apa Kerja Pemerintah?".
Juru Kampanye Keadilan Iklim Greenpeace Indonesia Jeanny Sirait menyampaikan bahwa aksi ini bertujuan menyoroti beban krisis iklim dan bencana ekologis yang kian berat dirasakan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti nelayan dan pekerja lepas daring. Pihaknya menilai pemerintah belum memberikan langkah konkret untuk menuntaskan dampak krisis iklim yang merugikan ekonomi rakyat.
Sekitar pukul 08.00 WIB, tim aparat gabungan yang terdiri dari kepolisian, Satpol PP, dan petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi untuk melakukan penertiban. Petugas kemudian menurunkan spanduk tersebut serta mengevakuasi sejumlah aktivis yang bertahan di struktur patung menggunakan tali pengaman.
Pramono berharap demonstrasi di berbagai titik ibu kota dapat berlangsung secara tertib, aman, dan damai tanpa memicu gangguan mobilitas warga. Ia juga meyakini aspirasi yang disampaikan secara baik akan mendapatkan tanggapan dari jajaran pembuat kebijakan.
"Tentunya apa yang menjadi keinginan, harapan pasti saya yakin akan didengarkan dengan baik oleh pemerintah, baik itu pemerintah pusat maupun pemerintah Jakarta sendiri," ujar Pramono.
Sumber Referensi:
- https://jakarta.bisnis.com/read/20261020/77/2014083/pramono-apresiasi-aksi-greenpeace-minta-demonstrasi-tertib
- https://voi.id/berita/599201/pramono-apresiasi-aksi-greenpeace-di-bundaran-hi-ingatkan-soal-ketertiban
- https://wartaekonomi.co.id/read642117/pramono-hormati-aksi-greenpeace-di-bundaran-hi-asal-tak-ganggu-ketertiban
- https://berita.liputan6.com/peristiwa/read/8317034/pramono-hormati-aksi-greenpeace-di-bundaran-hi-ingatkan-soal-ketertiban
- https://m.beritajakarta.id/read/156189/pramono-imbau-peserta-aksi-unjuk-rasa-jaga-ketertiban-umum
Sumber foto utama: liputan6.com

