YOGYAKARTA — Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus mendorong kekayaan kuliner Nusantara tidak sekadar menjadi pelengkap perjalanan, melainkan daya tarik utama bagi wisatawan melalui penguatan narasi budaya, sejarah bahan pangan, dan keberlanjutan rantai ekonomi lokal.
Langkah strategis tersebut diwujudkan melalui perhelatan Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) 2026 yang berlangsung di Grand Hotel De Djokja, Daerah Istimewa Yogyakarta. Forum ini mempertemukan unsur pemerintah, pelaku industri, koki, praktisi, akademisi, hingga komunitas kuliner guna membangun ekosistem gastronomi yang berkelanjutan.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan bahwa esensi wisata gastronomi jauh melampaui aktivitas mencicipi hidangan. Kekayaan pangan lokal diharapkan mampu memantik motivasi wisatawan untuk berkunjung langsung ke daerah asal kuliner tersebut.
“Tujuan akhirnya bukan sekadar membuat orang mencicipi makanan Indonesia. Kita ingin rasa menjadi alasan orang melakukan perjalanan, datang ke suatu daerah, bertemu masyarakatnya, mengenal bahan pangannya, mendengar ceritanya, lalu meninggalkan manfaat ekonomi bagi mereka yang hidup di sepanjang rantai gastronomi tersebut,” ujar Widiyanti saat membuka WIG Talks 2026.
Menurut Widiyanti, pengembangan gastronomi mencakup identitas budaya bangsa, warisan tradisi, potensi bisnis, hingga narasi bermakna di balik setiap sajian yang dapat diangkat ke tingkat global. Pengembangan ini juga menjadi bagian dari agenda Kemenpar dalam mempertemukan potensi daerah dengan pasar yang lebih luas.
Sebagai bentuk nyata akses pasar, rangkaian WIG 2026 pada 2–4 Oktober 2026 menghadirkan Artisan Market yang melibatkan 21 pelaku usaha pangan lokal (tenant) dari kawasan Joglosemar dan Jakarta, serta 13 kolaborator untuk lokakarya, sesi diskusi, dan demonstrasi memasak.
Ragam produk lokal autentik yang ditampilkan meliputi beras beraroma khas, aneka rempah, keju artisan, teh dan kopi Nusantara, jamu, madu, gula kelapa organik, tempe, kue kering artisanal, hingga minuman soda artisan dan kombucha. Selain pasar artisan, digelar pula kegiatan Tastemaker Gastronomy Trip, salah satunya mengunjungi Mazaraat Artisan Cheese di Yogyakarta untuk mempelajari proses pembuatan keju lokal secara langsung.
Widiyanti menambahkan, ekosistem gastronomi nasional hanya akan bertumbuh kuat jika para produsen pangan lokal memperoleh akses langsung ke rantai industri dan pembeli. Dengan mengedepankan keterikatan budaya dan keaslian cerita di balik makanan, kuliner Nusantara diharapkan kian kokoh menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus identitas budaya di panggung dunia.
Sumber Referensi:
- VOI - Waktunya Merevolusi Pemberitaan - Kemenpar Dorong Kuliner Jadi Alasan Wisatawan Datang, Bukan Sekadar Pelengkap Perjalanan
- Antara News - Kemenpar kembangkan wisata gastronomi berbasis kekayaan kuliner
- https://www.metrotvnews.com - Kemenpar Genjot Pariwisata Lewat Gastronomi, Indonesia Timur Jadi Sorotan
- infobdg.com - Rasa & Ramu, Eksplorasi Gastronomi Indonesia dengan Sentuhan Tea Pairing di Holiday Inn Bandung Pasteur - infobdg.com
- Padangkita.com - Wajah Baru Kuliner Padang, Sensasi Onde-onde Sus dan Roll Cake Sumsum
Sumber foto utama: Antara News