Jakarta, 2 Oktober 2026 — Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Gus Yahya merupakan salah satu dari 26 tokoh yang diangkat menjadi Wantimpres berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 107/P Tahun 2026.
Sebelum pelantikan, Gus Yahya terlihat datang ke Kompleks Istana Kepresidenan bersama sejumlah tokoh lain yang akan mengikuti agenda pelantikan. Kedatangan tersebut berlangsung pada siang hari menjelang Presiden Prabowo memimpin pelantikan anggota Wantimpres. Agenda ini kemudian secara resmi menetapkan susunan baru Wantimpres.
Dalam susunan tersebut, Pratikno ditetapkan sebagai Ketua Wantimpres merangkap anggota, Muhammad Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua merangkap anggota, dan Muhammad Qodari sebagai Sekretaris merangkap anggota. Sementara itu, Gus Yahya tercatat sebagai salah satu dari 23 anggota lainnya.
Pelantikan dilakukan dengan pengucapan sumpah jabatan yang dipandu langsung oleh Presiden Prabowo. Para anggota Wantimpres bersumpah untuk setia kepada UUD 1945, menjalankan peraturan perundang-undangan dengan penuh tanggung jawab, serta menjunjung tinggi etika jabatan. Setelah pengucapan sumpah, para anggota menandatangani berita acara dan menerima ucapan selamat dari Presiden.
Siapa Gus Yahya?
Gus Yahya lahir di Rembang, Jawa Tengah, pada 16 Februari 1966. Ia merupakan putra KH Muhammad Cholil Bisri dan kakak dari Yaqut Cholil Qoumas. Gus Yahya tumbuh dalam lingkungan pesantren, antara lain belajar di Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Rembang, dan Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak, Yogyakarta. Ia juga pernah menempuh pendidikan di UGM dan bermukim di Mekkah untuk memperdalam ilmu agama.
Dalam perjalanan organisasinya, Gus Yahya pernah menjadi Katib Aam PBNU periode 2015–2021. Kemudian pada Muktamar ke-34 NU di Lampung pada Desember 2021, ia terpilih sebagai Ketua Umum PBNU periode 2021–2026. Ia juga pernah menjadi salah satu juru bicara Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur pada 1999.
Gus Yahya sebelumnya juga pernah menjadi anggota Wantimpres pada 31 Mei 2018 ketika Joko Widodo menjadi Presiden. Dengan demikian, pelantikan pada 2 Oktober 2026 merupakan kembalinya Gus Yahya ke lembaga tersebut, kali ini pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Apa tugas Gus Yahya sebagai Wantimpres?
Sebagai anggota Wantimpres, Gus Yahya bertugas memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden. Wantimpres bukan lembaga yang secara langsung menjalankan kebijakan pemerintahan. Anggotanya memberikan masukan yang dapat menjadi bahan pertimbangan Presiden dalam menjalankan pemerintahan.
Hal penting lainnya, anggota Wantimpres memiliki kewajiban menjaga kerahasiaan isi nasihat dan pertimbangan yang diberikan kepada Presiden. Mereka juga dapat mengikuti sidang kabinet, kunjungan kerja, maupun kunjungan kenegaraan apabila diminta oleh Presiden.
Intinya: pada 2 Oktober 2026, Prabowo membentuk kembali susunan Wantimpres dengan 26 anggota. Gus Yahya masuk sebagai salah satu anggota, setelah sebelumnya dikenal sebagai Ketua Umum PBNU periode 2021–2026 dan pernah menjadi anggota Wantimpres pada 2018.
Sumber:
https://www.metrotvnews.com/read/kBVClZJV-profil-yahya-cholil-staquf-eks-ketum-pbnu-yang-dilantik-jadi-wantimpres-ri
https://nasional.kompas.com/read/2026/10/02/15255481/gus-yahya-merapat-ke-istana-jelang-prabowo-lantik-watimpres-pakai-dasi-biru